Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘kebutuhan’

Ini adalah cuplikan berita dari Koran Jawa Pos edisi Kamis, 08 Desember 2011. Berikut ini adalah tulisan lengkapnya.

Masih banyak perusahaan yang belum memproteksi karyawannya. Hal itu terlihat pada data Asosiasi Asuransi jiwa Indonesia (AAJI) yang menunjukkan jumlah perusahaan pemegang polis asuransi atau asuransi kumpulan saat ini baru 7-8 juta polis.

Di antara jumlah tersebut, tertanggung mencapai 54 juta, sudah termasuk suami atau istri serta anak karyawan yang bersangkutan. Dengan asumsi seorang karyawan menanggung istri dan satu anak, karyawan yang memiliki polis hanya sekitar 17 juta. Sementara itu, angkatan kerja tercatat 110 juta jiwa dan sekitar 30 juta di antaranya bekerja di sektor formal. Dengan demikian, terdapat sekitar 44 juta karyawan yang belum mendapat perlindungan asuransi.

Kami mendorong perusahaan lebih aktif mendanakan, baik program perlindungan kesehatan karyawan maupun dana pensiun mereka. Sebab, itu sudah diatur undang-undang baik UU Jamsostek maupun Ketenagakerjaan. Hal itu dilakukan karena setiap karyawan memiliki limit penjaminan. Jika mereka kurang memahami penyakit yang di derita, penanganannya kerap merugikan mereka sendiri karena rekomendasi yang kabur dari dokter atau rumah sakit.

Memperbesar premi itu penting dilakukan karena fakta membuktikan bahwa kemampuan penduduk Indonesia melindungi dirinya dengan asuransi sangat rendah dibanding kebutuhan.”

Nah apakah anda termasuk karyawan yang belum diasuransikan oleh perusahaan?? Perusahaan tidak memberikan kepastian anda bila mengalami kecelakaan, sakit atau bahkan meninggal lalu bagaimana dengan nasib istri dan anak anda. Bagaimana mereka menjalani hidup bila anda sendiri tidak memberikan kepastian hidup pada mereka. Padahal dalam agama Islam di Surat QS Annisaa (4) ayat 9

“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatirkan terhadap kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

dan  HR Bukhari “Lebih baik kamu meninggalkan keturunanmu kekayaan daripada meninggalkan mereka miskin memohon pertolongan orang lain.”

Oleh sebab itu, saya mohon kepada anda sebagai lelaki, Imam dalam keluarga, pencari nafkah untuk mempertimbangkan Tapro Allisya ini. Insya Allah dengan niat baik maka semuanya berjalan dengan baik.

PERMOHONAN ILUSTRASI ALLIANZ SYARIAH

share

Read Full Post »

“Manusia adalah ibarat mesin penghasil uang
Kalau mesin ini rusak karena suatu hal yang tidak bisa dicegah, maka uang tidak akan bisa dihasilkan lagi, sehingga pendapatan dan kehidupan kita akan terpengaruh”


KEPUTUSAN PENTING DALAM KEHIDUPAN

Kondisi kesehatan memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita di setiap waktu.  Apa jadinya bila karena sesuatu dan hal lain kesehatan Anda terganggu sehingga Anda harus menjalani pembedahan atau tanpa terduga  Anda mengalami kecelakaan atau sakit kritis sehingga harus dirawat di rumah sakit.  Kejadian ini secara langsung atau tidak langsung akan membawa pengaruh besar dalam kehidupan Anda maupun keluarga tercinta.

Belum lagi Anda selalu khawatir oleh problem biaya berobat  rumah sakit dan semua biaya ini tentunya tidak sedikit.  Masih ditambah lagi dengan adanya kebutuhan harian keluarga  yang juga harus dipenuhi sementara Anda dirawat atau menjalani pengobatan.


APAKAH ANDA SIAP MENGHADAPINYA?

Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.  Menjalani hidup dan kehidupan ini, sesuatu bisa saja terjadi di luar rencana tanpa terduga.   Bayangkan jika terjadi sesuatu pada diri Anda secara tiba-tiba sehingga  Anda tidak dapat lagi bekerja atau bahkan tidak dapat  menemani keluarga tercinta, maka hal terbaik apa saja yang sudah Anda persiapkan untuk mereka?

Apakah kehidupan keluarga dan orang-orang yang Anda cintai akan berhenti begitu saja?  Sekaranglah saatnya Anda  mengikuti  suatu program yang tepat dan fleksibel, yang akan membantu Anda untuk meringankan beban keuangan di  saat-saat  paling sulit dalam kehidupan Anda dan keluarga.


Tabungan biasa

Setiap orang biasa menabung.  Umumnya tabungan ini disimpan di bank.  Dibutuhkan waktu setidaknya dua puluh tahun agar tabungan di bank mencapai jumlah yang besar. Namun bila peristiwa-peristiwa atau keadaan-keadaan buruk datang lebih cepat daripada perkiraan kita maka rencana untuk mengumpulkan banyak uang selama dua puluh tahun ini akan hancur berantakan.

Bank tidak akan pernah peduli dengan keadaan dan kondisi kita, apakah kita dalam keadaan sehat, sakit, kena musibah atau bencana, bank tidak akan pernah peduli.  Kita hanya dapat mengambil sejumlah uang yang sudah ditabung untuk menutupi biaya-biaya.

Oleh karenanya, kita harus menabung dalam jumlah yang cukup untuk mengamankan kepentingan kita di masa depan sebelum kemalangan dan musibah datang kepada kita.


Tabungan dengan Asuransi Jiwa

Sebenarnya, kita bisa menabungkan uang kita dengan polis asuransi jiwa.  Apabila kita hendak menabung di Allianz selama 10 tahun (misalnya Rp.500.000 per bulan), dan suatu musibah terjadi di tengah jalan, maka kita masih dapat menyelamatkan seluruh dana yang telah ditabung dan uang yang diasuransikan dapat diambil ketika bencana itu terjadi.

Allianz sangat peduli dengan kondisi anda, baik pada saat anda senang atau susah.  Kita dapat mengajukan klaim apabila terjadi kemalangan dan uang yang pernah ditabung di perusahaan asuransi tidak akan pernah hilang, berkurangpun juga tidak.


Perencanaan Keuangan Terpadu

Kebanyakan orang hanya mempunyai satu alasan dalam membuat rencana keuangan, yakni menghasilkan kekayaan lewat beberapa jalur.  Malangnya, banyak orang mengabaikan resiko-resiko kehidupan dan juga resiko-resiko investasi yang mungkin datang bersamaan dengan pelaksanaan investasi.

Setelah membelanjakan pendapatan untuk kebutuhan-kebutuhan rutin, sebagian besar orang barulah menabung sisanya.   Sisa dana ini pertama-tama mereka alokasikan untuk asuransi, kemudian saham, investasi atau properti.  Apabila terjadi bencana, mereka tidak bisa bekerja lagi, tetap dapat menarik tabungan dan semua bentuk investasi.

Oleh karena itu, untuk merumuskan serta membuat perencanaan keuangan terpadu, kita harus berpikir dan bertindak strategik dan menyiapkan rencana-rencana yang mungkin.


Ilustrasi suatu kejadian dalam kehidupan:

Tuan X berusia 40 tahun, bekerja sebagai seorang manajer di perusahaan terkenal, memiliki 3 orang anak yang masih kecil dan istri tidak bekerja.  Tuan X tidak memiliki sumber penghasilan lain dan hanya mengandalkan gaji bulanan. Setelah 18 tahun bekerja di beberapa perusahaan, Tuan X dapat mengumpulkan aset berupa: rumah, mobil, tanah dan yang pasti sejumlah uang kas, sebesar: Rp 150.000.000, yang disimpan dalam bentuk tabungan dan deposito.

Tuan X tidak memiliki polis asuransi jiwa baik untuk dirinya maupun keluarga karena merasa belum membutuhkannya.  Dia yakin kesehatan dirinya akan baik-baik saja.

Karena gaya hidup yang tidak sehat: merokok, jarang olah raga, banyak pikiran (stres), makanan berlemak, akhirnya musibah datang, Tuan X menderita penyakit kritis, yang membuat seluruh aktifitas dan produktifitasnya terganggu. Setelah diperiksa di rumah sakit, ternyata dia menderita gangguan jantung koroner dan harus segera dilakukan tindakan operasi, dengan perkiraan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 250.000.000.

Kita semua tahu, kalau masuk rumah sakit, maka kita harus menyediakan deposit sejumlah uang tertentu, baru setelah itu pihak rumah sakit akan mengurus kita.

Uang (kas) yang tersedia hanya Rp.150.000.000, maka untuk menutup kekurangan yang Rp.100.000.000, ada beberapa hal yang harus dilakukan Tuan X:

·  mencari pinjaman sebesar Rp. 100.000.000 atau
·  menjual aset: rumah, tanah atau mobil

Asumsi: Tuan X, berhasil mendapatkan pinjaman Rp. 100.000.000.
Maka tindakan operasi di lakukan terhadap Tuan X, selanjutnya ada 2 skenario yang mungkin terjadi pada Tuan X:

Skenario I (Bagus)
Setelah operasi Tuan X sembuh dari penyakitnya, maka:

Tuan X dapat kembali melakukan aktifitasnya setelah beberapa waktu istirahat.

Uang untuk operasi dan berobat sebesar Rp. 250.000.000 tetap saja  harus dikeluarkan, ditambah dengan biaya-biaya lainnya untuk rawat jalan setelah keluar dari rumah sakit

Tuan X, harus bekerja keras lagi, untuk mengumpulkan uang yang telah dipakai untuk berobat, karena uang tersebut akan dipakai untuk pendidikan anak-anaknya, juga untuk membayar hutang

Kondisi tubuh yang mulai menurun setelah operasi

Skenario II (Buruk)
Kondisi Tuan X memburuk dan menyebabkan kematian, maka:

Uang tetap harus dikeluarkan yaitu sebesar Rp. 250.000.000

Meninggalkan beban hutang pada keluarga sebesar Rp. 100.000.000 dan ini harus dilunasi

Harta atau aset yang berkurang, ditambah lagi dengan hilangnya tulang punggung keluarga, si pencari nafkah (ini yang paling berat)

Tidak mendapatkan santunan berobat dan kematian karena tidak memiliki polis asuransi

Keluarga akan jatuh miskin, kalau ternyata biaya membengkak jauh lebih besar dari perkiraan

Kekayaan dan harta akan habis hanya karena dipakai untuk biaya berobat saja


Kejadian seperti ilustrasi diatas tentu pernah anda lihat dalam kehidupan, pernah terjadi pada saudara, teman, tetangga

Apa yang dapat kita pelajari dari kasus diatas:

· Kekayaan bisa habis dalam waktu sekejap. Uang yang telah kita kumpulkan selama 18 tahun dengan kerja keras, cucuran keringat, akan lenyap dalam waktu singkat, dalam hitungan hari

Apakah kita akan sembuh atau meninggal tetap saja uang sebesar Rp. 250.000.000 harus dikeluarkan

· Bank tempat kita menabung tidak akan pernah peduli dengan kondisi kesehatan kita

· Kalau kita meninggal, maka akan menambah beban baru terhadap keluarga yang ditinggalkan: anak-anak yang masih kecil,  masih butuh biaya untuk pendidikan serta istri yang tidak bekerja maka dia akan menjadi tulang punggung keluarga

· Kita semua pasti akan meninggal, masalahnya adalah kapan, dimana dan bagaimana kita meninggal.  Jangan sampai dengan kepergian kita, akan menambah beban bagi keluarga yang ditinggalkan

– Sangat berat dan menyakitkan jika kita bertindak sebagai perusahaan asuransi sendiri


Kejadian seperti ilustrasi diatas tidak akan dialami oleh Tuan X, seandainya dia memiliki polis asuransi jiwa syariah di Allianz

Apakah dia akan sembuh atau meninggal, bila dia memiliki polis, maka:

Asset tidak akan hilang atau berkurang karena sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi baik proteksi maupun investasi

Mendapatkan santunan kalau menderita sakit kritis

Tidak akan menimbulkan beban bagi keluarga seandainya meninggal karena akan mendapat santunan meninggal dari Allianz

Pendidikan atau masa depan anak-anak telah terjamin

Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa diberikan oleh Allianz

Asuransi jiwa adalah kebutuhan pokok bukan kebutuhan mewah


PERMOHONAN ILUSTRASI ALLIANZ SYARIAH
share

Read Full Post »